JALUR PPDB 2020 SMK NEGERI 2 BOJONEGORO

admin@smkn2bojonegoro

Pendaftaran PPDB tahun pelajaran 2020/2021 dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Tahap I
    • Jalur Afirmasi
    • Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua
    • Jalur Prestasi Hasil Perlombaan/Kejuaraan
  2. Tahap II
    • Jalur Reguler (SMK)

PENJELASAN MASING-MASING JALUR :

1.  JALUR AFIRMASI

  1. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik jenjang SMA/SMK yang  berasal  dari  keluarga  ekonomi  tidak  mampu  dan  Peluang Distribusi Kewilayahan;
    • Kuota  jalur  afirmasi adalah  15%  (lima  belas  persen)  dari  daya tampung (pagu) Sekolah, Termasuk didalamnya kuota  5%  untuk anak dari Keluarga Buruh;
    • Calon  peserta  didik jenjang  SMA  diberi  kesempatan  untuk mendaftar sesuai dengan zona tempat tinggalnya/domisili;
    • Calon  peserta  didik  jenjang  SMK  diberi  kesempatan  untuk mendaftar didalam/diluar Zona tempat tinggalnya/domisili;
    • Jalur afirmasi diperuntukkan bagi anak dari keluarga tidak mampu yang dibuktikan dengan :
      1. Kartu Indonesia Pintar (KIP), 
      2. Kartu Indonesia Sehat (KIS), 
      3. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau 
      4. Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (KBPNT) 
    • Sebagai bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;
    • Apabila diatas tidak terpenuhi, dapat menggunakan Surat Keterangan  Miskin (SKM) atau  Surat  Keterangan  Tidak  Mampu (SKTM) dari Kelurahan/Desa;
    • Khusus anak dari Keluarga Buruh, dibuktikan dengan persyaratan tambahan berupa surat/tanda keanggotaan Asosiasi Buruh;
    • Peluang  kuota  1%  distribusi  kewilayahan, diperuntukkan  bagi calon  peserta  didik  dari  luar  zona perbatasan (dari Dalam/Luar Provinsi atau dari Luar Negeri);
    • Apabila  pendaftar  dalam  satu  sekolah  melebihi  kuota  yang tersedia  maka  pemeringkatan  berdasarkan jarak  domisili, Usia, dan waktu pendaftaran;
    • Dalam hal kuota jalur afirmasi belum terpenuhi, maka sisa kuota jalur afirmasi dimasukkan dalam kuota jalur Reguler SMK.

2.  JALUR PERPINDAHAN TUGAS ORANG TUA

  • Kuota  Jalur  Perpindahan  Tugas  Orang  Tua adalah 5%  dari daya tampung (pagu) sekolah;
  • Dibuktikan  dengan  surat  penugasan  dari instansi,  lembaga, kantor, atau perusahaan yang menugaskan;
  • Calon  peserta  didik  jenjang  SMA  diberi  kesempatan  untuk mendaftar sesuai dengan zona tempat tinggalnya/domisili;
  • Calon  peserta  didik  jenjang  SMK  diberi  kesempatan  untuk mendaftar didalam/diluar Zona tempat tinggalnya/domisili;
  • Dapat  digunakan  untuk  anak  kandung  guru  dan  tenaga kependidikan yang bertugas di  SMAN/SMKN/SLBN didalam  satu wilayah  kabupaten/kota  dengan  sekolah tujuan  atau  sesuai dengan  domisili  yang dibuktikan  dengan  SK  Pengangkatan  dan Kartu Keluarga (KK);
  • Apabila  pendaftar  dalam  satu  sekolah  melebihi  kuota  yang tersedia  maka  pemeringkatan  berdasarkan jarak  domisili, Usia, dan waktu pendaftaran;
  • Dalam  hal  kuota  jalur perpindahan  tugas  orang  tua  belum terpenuhi, maka sisa kuota akan dimasukkan dalam jalur Reguler SMK.

3.  JALUR PRESTASI HASIL PERLOMBAAN

  • Adalah Prestasi Hasil  Perlombaan dan/atau  penghargaan  di bidang  Akademik dan/atau Non Akademik yang diperoleh  pada kejuaraan  secara  berjenjang yang  diselenggarakan oleh instansi pemerintah  di  tingkat  Kabupaten/Kota,  tingkat  Provinsi,  dan tingkat Nasional serta Internasional;
  • Calon  peserta  didik  jenjang  SMA  diberi  kesempatan  untuk mendaftar sesuai dengan zona tempat tinggalnya/domisili;
  • Calon  peserta  didik  jenjang  SMK  diberi  kesempatan  untuk mendaftar didalam/diluar Zona tempat tinggalnya/domisili;
  • Kuota  jalur  prestasi  berdasarkan  hasil  perlombaan  dan/atau penghargaan  bidang  akademik  sebanyak  5%  (lima  persen)  dari daya tampung (pagu) sekolah, yang terbagi atas bidang Akademik sebanyak 2% (dua persen) dan bidang Non Akademik sebanyak 3% (tiga persen);
  • Dalam  hal  kuota  jalur prestasi  bidang akademik  tidak  terpenuhi, maka dapat dipenuhi dari jalur prestasi bidang non akademik dan sebaliknya;
  • Jika kuota  jalur  Prestasi  berdasarkan  hasil  perlombaan  dan/atau bidang akademik dan/atau bidang non akademik tidak memenuhi kuota, maka sisa kuota dimasukkan dalam jalur Reguler SMK;
  • Prestasi  hasil  perlombaan  dan/atau  penghargaan  bidang akademik dan/atau bidang non akademik yang dimaksud adalah:

1)  Prestasi hasil  perlombaan  dan/atau  penghargaan  bidang akademik terdiri dari :

  a)  Pengetahuan dan Teknologi yang terdiri dari:

  • Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau Kompetisi Sains
  • Nasional (KSN)
  • Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)
  • Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
  • Kompetisi Sains Madrasah (KSM)

2)  Prestasi hasil perlombaan dan/atau penghargaan bidang Non Akademik terdiri dari :

 a)  Prestasi bidang seni adalah Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

 b)  Prestasi bidang olahraga:

  • Gala Siswa Indonesia (GSI).
  • Ajang  Kompetensi  Seni  dan  Olahraga  Madrasah (AKSIOMA)
  • Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
  • Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)
  • Pekan Olahraga Nasional (PON)
  • Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS)
  • Pekan Olahraga Pelajar Wilayah ( POPWIL)
  • Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)
  • Paragames Olahraga Nasional

 c)  Prestasi bidang Keagamaan:

  • Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
  • Hafiz Qur’an 

 d)  Prestasi bidang Pramuka:

  • Jambore Nasional.
  • Prestasi hasil perlombaan  dan/atau  penghargaan Non Akademik dalam hal ini dibatasi dengan ketentuan:
  • Diprioritaskan bagi peserta didik yang memiliki prestasi pada kategori perorangan atau Individu. 
  • Jika  tidak  memenuhi  maka  seleksi  dapat  dilakukan  pada peserta  didik  yang  memiliki  prestasi pada  kategori  Beregu atau Kelompok.
  • Adapun  prestasi  yang  bersifat  beregu  maka  jumlah  yang diterima  di  satuan  pendidikan tidak  boleh  melebihi  2  (dua) orang dari setiap jenis perlombaan.
  • Penentuan  keabsahan  prestasi  non akademik  khusus  bidang olahraga  dilakukan  verifikasi  oleh  Dinas  Kepemudaan  dan Olahraga Kabupaten/Kota.
  • Penentuan  keabsahan  bidang  ilmu  pengetahuan  dan teknologi,  seni,  keagamaan,  dan  pramuka  verifikasi  dan pengabsahan  prestasi  dilakukan  oleh Dinas  terkait  di  tingkat
  • Kabupaten/Kota.
  • Prestasi  diperoleh  pada  saat  calon  peserta  didik  bersekolah  di tingkat SMP/Sederajat.

4.  JALUR REGULER SMK

  • Jalur Reguler  SMK adalah jalur  penerimaan  calon  peserta  didik jenjang  SMA dengan  kuota paling  sedikit 75%  (Tujuh  puluh lima persen) dari daya tampung (pagu) Sekolah;
  • Calon  peserta  didik  jenjang  SMK  diberi  kesempatan  untuk mendaftar didalam dan/atau diluar zona tempat tinggal/domisili;
  • Seleksi  pada  Jalur  Reguler  SMK  berdasarkan  Gabungan  Rerata Nilai Rapor Semester 1 – 5 dan Rerata Nilai Ujian Nasional Sekolah Tahun 2019;
  • Mata  pelajaran  yang  digunakan  untuk  seleksi  Jalur Reguler  SMK adalah  Bahasa  Indonesia,  Matematika, Ilmu  Pengetahuan  Alam (IPA), dan Bahasa Inggris.
  • Rerata Nilai Rapor merupakan Rerata Nilai Rapor dari semester 1 (satu)  sampai  dengan  semester  5  (lima)  dan  berasal  dari  Nilai Pengetahuan (KI-3) saja.
  • Rerata Nilai Ujian Nasional Sekolah Tahun 2019 merupakan Rerata Hasil  Ujian Nasional  Sekolah  tahun 2019 yang diambil  dari  situs: https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/.
  • Nilai Akhir merupakan gabungan Rerata Nilai Rapor dengan bobot 70% (tujuh puluh persen) dan Rerata Nilai Ujian Nasional Sekolah Tahun 2019 dengan bobot 30% (tiga puluh persen).
  • Nilai Akhir yang dimaksud pada point diatas digunakan sebagai dasar pemeringkatan pada Jalur Reguler SMK;
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram